Si Kecil yang Mudah Dilupakan “Ukhti, kakimu juga auratmu…”

(Suatu Kejadian)

A          : “Ukhti, kenapa sih kamu harus pakai kaos kaki? Kan repot lepas pakai terus. Apalagi
kalo mau wudhu”.

B          : “Eh ndak apa, biar kakinya terlindungi aja hehe”

A          : “Kan sudah pakai alas kaki. Itu juga sudah cukup melindungi, bukan?”

B          : “Hehe, belum Ukh, malu kalo dilihat mata lawan jenis”

A          : “Gak ada yang memperhatikan kaki kamu kok. Ketutupan juga sama gamismu kan”

B          : (………………………………..)

Sahabat Hawa, pernahkah kamu berada di posisi si A saat ada orang lain yang bertanya alasanmu memakai kaus kaki? Atau mungkin kamu ada di posisi B yang menanyakan alasan tersebut? yuk kita belajar sama-sama dan cari tau jawabannya. Selengkapnya, bisa klik link di bio ya 🙂

 

Kakimu, juga auratmu

Ukhti, kita semua tentu sudah tau, bahwa aurat merupakan bagian yang wajib kita tutupi dan tidak diperlihatkan oleh yang non mahram.

Allah ta’ala juga berfirman:

Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. Al Ahzab: 59)

Dari ayat di atas maka dapat kita ambil kesimpulan, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan istri-istrinya untuk menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh. Adapun bagian yang boleh diperlihatkan oleh non mahram yaitu:

Diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiallahu‘anha, beliau berkata,

Asma’ binti Abu Bakar pernah menemui Rasulullah shallallahu‘alaihi wasallam dengan memakai pakaian yang tipis. Maka Rasulullah shallallahu‘alaihi wasallam pun berpaling darinya dan bersabda, “wahai Asma’, sesungguhnya seorang wanita itu jika sudah haidh (sudah baligh), tidak boleh terlihat dari dirinya kecuali ini dan ini”, beliau menunjuk wajahnya dan kedua telapak tangannya. (HR. Abu Daud 4140)

Maka, dari sini kita dapat menarik kesimpulan bahwa bagian anggota tubuh yang bukan termasuk aurat adalah wajah dan kedua telapak tangan. Maka, kaki juga merupakan aurat yang perlu kita tutupi ya, Sahabat Hawa.

 

Tidak terlihat oleh non mahram, bukan itu jawaban utamanya…

Balik lagi dengan percakapan di atas. Percakapan di atas cukup menarik. Karena apa yang dipertanyakan merupakan hal sederhana namun seringkali kita lupakan atau bahkan sepelekan. Dan sebenarnya, jawaban yang diberikan si A sudah tepat. Namun jawaban utama yang kiranya dapat memuaskan dan tidak membuat si B membantah kembali yaitu..

“Aku memakai kaos kaki untuk menutup auratku yang merupakan perintah wajib dari Tuhanku. Untuk alasan apapun perintah itu diberikan, baik ada yang memperhatikan kakiku atau tidak, Allah-lah yang memberikan penghidupan kepadaku. Dan aku adalah hambaNya yang meyakini agamaNya. Dan sudah sepatutnya aku mentaati perintahNya”.

In syaa Allah, si B akan mengerti dan memahami maksudmu. Jangan takut untuk dijauhi karena dianggap ‘kolot’ atau terlalu serius karena yang kita sampaikan adalah kebenaran. Jawablah dengan ramah, sopan dan disertai senyuman tanpa ada kesan menggurui. Bila pesanmu sampai ke hatinya, siapa tau dia akan mengikutimu 🙂 barakallahu fiiyk..

Jangan lupa pakai kaus kaki ya, Ukhti..

Pras

 

UNTUK ORDER KAOS KAKI GERAI HAWA

Silahkan Hubungi:
Ayu : 082225588222
 Dian : 08111714363
 Sofya: 08111714543
 Nia: 081384040307
 Lana: 08111004409
Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *