Islam Agama yang Toleran. Ini Buktinya!

Akhir-akhir ini banyak sekali tanggapan yang mengatakan bahwasannya Islam agama yang intoleran. Karena orang Islam tidak diperbolehkan memilih pemimpin Non Muslim atau tidak dibenarkan untuk mengucapkan selamat Hari Raya kepada orang yang menganut kepercayaan lain. Seolah-oleh kita sebagai Muslim tidak dapat hidup berdampingan dengan umat agama lain. Padahal, Islam adalah Rahmatan Lil ‘Alamin (Rahmat bagi seluruh alam). Islam memerintahkan kita untuk berlaku adil lagi baik kepada seluruh makhluk selama hal tersebut tidak keluar dari jalur aqidah.

Jadi, Islam adalah agama yang toleran ya.. ini buktinya!

Islam melarang keras berbuat dzalim dengan agama selain Islam dengan merampas hak-hak mereka. Allah berfirman dalam surat Al-Mumtahah ayat 8:

“Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusirmu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil”.

Jadi, selama kita tidak diperangi dan kita tidak diusir dari negeri kita, kita diperbolehkan menjalin hubungan dengan non muslim. Karena tidak ada kerusakan dan tidak ada larangan. Namun, hubungan yang kita jalani, jangan sampai kelewatan dan menggadaikan aqidah kita sebagai Muslim.

Bukti Islam adalah agama yang toleran.

  1. Kita diperkenankan bermuamalah (jual beli) yang baik dengan non muslim dan tidak boleh berlaku dzalim kepada ia dan keluarganya.

“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik”. (QS. Luqman: 15)

  1. Kita dilarang keras membunuh kaum non muslim kecuali jika mereka memerangi kita.

“Barang siapa membunuh seorang kafir dzimmi, maka dia tidak akan mencium bau surga. Padahal sesungguhnya, bau surga itu tercium dari perjalanan empat puluh tahun”. (HR. An Nasa’i).

  1. Kita diperintahkan berlaku adil dalam hukum dan peradilan kepada non muslim.

Taukah, Sahabat Hawa? ketika sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam, Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘anhu membebaskan dan menaklukan Yerussalem Palestina, beliau menjamin warganya untuk bebas memeluk agama dan membawa salib mereka. Umar tidak memaksakan dan menghalangi mereka untuk memuluk agamanya. Mereka hanya diminta meminta mereka untuk membayar pajak kepada pemerintah Muslim yang dipergunakan untuk memberikan kebebasan, perlindungan dan memenuhi hak-hak muslim. Bayangkan, bagaimana jika bangsa lain yang menguasai? mungkin akan terjadi pembantaian kepada mereka yang tidak seagama.

  1. Kita diminta berbuat baik kepada tetangga kita yang non muslim.

Shalafus shalih memberikan teladan karena perbuatan baiknya kepada tetangganya yang Yahudi. Seorang tab’in dan ahli tafsir, Imam Muhajahid berkata, “Saya pernah berada di sisi Abdullah bin ‘Amru sedangkan pembantunya memotong kambing, Dia lalu berkata,

“Wahai pembantu! Jika kau telah selesai (menyembelihnya), maka bagilah dengan memulai ke tetangga kita yang Yahudi terlebih dahulu”

Lalu ada seseorang yang berkata,

“Kepada Yahudi? Semoga Allah memperbaiki kondisimu”

Abdullah bin ‘Amru berkata:

“Saya mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa sallam berwasiat kepada tetangga sampai kami khawatir, kalau beliau akan menetapkan hak waris kepadanya”.

 

Penyusun: Raehanul Bahraen

Penyunting: Pras

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *