Gamismu Kepanjangan Tuh, Nyapu Lantai. EMANG GAK TAKUT KENA NAJIS?

“Sis, gamisnya panjang banget sih.. emang gak ribet ya?”

“Jangan terlalu panjang gitu ah, kena kotoran nanti. Kan jorok!”

“Pake tuh yang biasa-biasa ajalah, udah kerudung panjang, baju longgar trus gamisnya nyapu lantai. Aneh banget!”

Sahabat Hawa, pernah gak kamu mendengar ada orang yang bertanya begitu? Atau mungkin Sahabat Hawa sendiri yang pernah menerima pertanyaan semacam itu. Hmm… lalu apa jawabanmu nih? Hehehe.

Sabar ya Sahabat Hawa, kalau diantara kalian ada yang pernah mengalami hal tersebut. Tetap istiqomah dan berfikir positif, mungkin orang yang bertanya belum tau bagaimana hukumnya. Jawab saja… “Tak mengapa pakaianku aneh, yang penting auratku tak terbuka”.

Jadi yang benar bagaimana? Harus pakai gamis yang panjang? Kalau terkena kotoran terus najis, bagaimana? Itukan pertanyaan yang sering kita pertanyakan hehehe. Yaudah yuk, kita kepo lebih lanjut. Baca artikel ini selengkapnya ya 🙂

Panjangkan Kain Pakaian Kita, Yuk!

Berbeda dengan laki-laki yang bilamana memanjangkan pakaiannya di bawah mata kaki, maka Allah mengancamnya dengan keras (tidak boleh). Untuk Wanita, panjang pakaiannya dianjurkan melebihi mata kaki yaitu sekitar satu hasta atau dua jengkal dari mata kaki, tidak boleh lebih. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadits Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam,

Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menerangkan mengenai bagian bawah pakaian, Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha berkata kepada Rasulullah, “Lalu bagaimana dengan pakaian seorang wanita wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Hendaklah ia mengulurkannya satu jengkal,” Ummu Salamah berkata, ‘Jika demikian masih tersingkap ” Satu hasta saja dan jangan lebih dari itu,” jawab beliau. (HR. At Tirmidzi. Hadits hasan shahih)

Dan saat ini, banyak sekali kita dapati berbagai macam pakaian wanita, khususnya gaun pesta. Yang bagian atasnya ketat dan terbuka dan bagian bawahnya tertutup panjang. Hal ini tentunya hal yang keliru ya, Sahabat Hawa. Karena menutup aurat secara keseluruhan bukan hanya bagian bawahnya saja.

 

Kalau Panjang-Panjang Bukannya Kena Najis Ya, Kak??

Sahabat hawa, Islam adalah agama yang sempurna yang mana setiap permasalahan dari umum sampai detail dijelaskan secara terperinci. Jangankan permasalahan pakaian, permasalahan kecil seperti masuk ke kamar mandi saja sudah diatur ya, Sahabat Hawa. Maa syaa Allah..

Dari seorang ibu putra Ibrahim bin Abdurrahman bin ‘Auf bahwa ia pernah bertanya kepada Ummu Salamah istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam‘Sesungguhnya aku adalah seorang perempuan yang biasa memanjangkan (ukuran) pakaianku dan (kadang-kadang) aku berjalan di tempat kotor?’ maka Jawab Ummu Salamah, bahwa Nabi pernah bersabda, Tanah selanjutnya menjadi pembersihnya.” (HR. Ibnu Majah, Imam Malik dan Tirmidzi. Hadits shahih)

Sahabat Hawa, dari hadits di atas dapat disimpulkan bahwa, jikalau pakaian kita menyeret tanah/lantai dan itu kotor, selama hal itu masih bersifat kering, maka in syaa Allah bagian yang kotor itu tidak menjadi najis, karena tanah yang kita lewati selanjutnya akan menjadi pembersihnya. Namun, jika yang kita lewati tanah/lantai yang bersifat basah, maka banyak ulama yang berpendapat maka hal itu menjadi najis dan harus dibersihkan (seperti terkena kotoran atau air seni). Dan perlu digarisbawahi, bahwa yang dibersihkan bukan secara keseluruhan, cukup bagian yang terkena najisnya saja.

 

Semoga artikel ini menjawab pertanyaan Sahabat Hawa yang mungkin dirisaukan. Semoga bermanfaat ya 🙂

 

Pras

 

 

UNTUK ORDER GAMIS HAWA
 Silahkan Hubungi:


 Nia: 081384040307
Sofya: 08111714543 
 Lana: 08111004409
 Ayu : 082225588222
 Dian : 08111714363
Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *