ADA APA DENGAN BULAN MUHARRAM?

Alhamdulillah… Jum’at pertama di bulan Muharram nih, Sahabat Hawa. Jangan lupa baca surah Al-Kahfi yaaa! BTW, Sahabat Hawa tau gak? Bulan Muharram itu adalah bulan pertama dalam kalender Hijriyah. Dan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam menyebut bulan ini adalah syahrullah atau bulannya Allah. Dan tentunya, pada bulan ini memiliki keutamaan yang besar.

Kira-kira apa ya yang dimaksud dari keutamaan tersebut? Dan ada apa aja sih dengan bulan ini? Yuk cek artikel selengkapnya ya, Semoga Bermanfaat

Al-Muharram dalam bahasa arab artinya diharamkan. Haram? Apanya yang diharamkan? Ternyata, kita diharamkan untuk menyakiti diri sendiri. Dimana diterangkan dalam surah sebagai berikut:

“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiyaya diri kamu di keempat bulan tersebut”. (QS: At Taubah: 36)

[Keempat bulan yang dimaksud adalah Dzul Qaidah, Dzul Hijjah, Al-Muharram dan Rajab]

Dan Sahabat Hawa, apabila kita menganiyaya diri sendiri di keempat bulan tersebut, dosanya lebih besar dari bulan-bulan lainnya. Begitupula dengan amalan sholeh, maka pahalanya pun lebih besar dari bulan-bulan lainnya.

“…kemudian Allah menjadikan bulan-bulan haram, membesarkan hal-hal yang diharamkan didalamnya dan menjadikan perbuatan dosa didalamnya lebih besar dan menjadikan amal sholeh dan pahala juga lebih besar”. (Tafsir Ibnu Abi Hatim VI/1791)

 

Puasa Di Bulan Muharram, Yuk!

Sahabat Hawa, pada bulan ini, kita disunnahkan untuk berpuasa pada hari ‘asyura tanggal 10 Muharram.

“…Dan puasa ‘asyura, saya berharap kepada Allah agar dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu”. (HR. Muslim 1162)

Namun, lebih baik puasa tersebut diikuti oleh tanggal di hari sebelum dan setelahnya (9, 10, 11 Muharram).  Karena sebagian ulama berpendapat, berpuasa di tanggal 9 dan 11 Muharram menghilangkan keraguan tentang bertepatan atau tidaknya hari ‘asyura karena bisa saja penentuan masuk Muharram tidak tepat. Dan juga, apabila berpuasa pada tanggal 10 Muharram saja, hari itu bertepatan dengan hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nasrani. Untuk menyelisihinya dianjurkan untuk puasa pada 9 dan 11 Muharram.

 

Saat Hari ‘Asyura, Seharusnya kita Bahagia atau Sedih Ya? Kok Beda-Beda?

Sahabat Hawa, pada hari ini kita disunnahkan untuk berpuasa. Namun di beberapa kalangan, merayakan hari ini dengan bersedih dan merayakannya dengan menyakiti diri sendiri dan sebagian lagi berbahagia dengan merayakannya dengan menghidangkan makanan.

Kedua tradisi tersebut tidaklah benar. Pada tradisi bersedih, inilah yang dilakukan oleh orang-orang syiah, yang terutama tinggal di Iran sana. Mereka memperingati wafatnya Husain bin ‘Ali bin Abi Thalib, cucu Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam. Hal yang mereka lakukan tidaklah wajar. Bagi pria, mereka memukul kepalanya dengan pisau sampai darah bercucuran dan bagi wanita, mereka melukai punggung mereka dengan benda-benda tajam. Naudzubillahimindzalik.. sungguh ini bukanlah ajaran Islam ya, Sahabat Hawa. Karena tidak dibenarkan dalam agama kita untuk mendzalimi diri sendiri.

“Bukan termasuk golonganku orang yang menampar-nampar pipinya, merobek-robek baju dan berteriak-teriak seperti teriakan masa jahiliyyah” (HR. Bukhari 1294)

Dan kalangan satunya adalah merayakan dengan bergembira. Memasak dan menghidangkan makanan berlebih sebagaimana layaknya Idul Fitri. Ini juga salah ya, Sahabat Hawa. Karena sama saja menyerupai orang-orang Yahudi yang menjadikan hari ‘asyura adalah hari raya.

Bismillah..

Bagaimana Sahabat Hawa, sudah paham belum? Hehehe. Semoga bermanfaat ya..

Dan selamat berpuasa 🙂

Pras

 

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.