Manfaat Buah Kurma

Manfaat Buah Kurma

Apakah teman-teman mengenal buah Dactylifera phoenix? Dalam bahasa Indonesia, buah tersebut dikenal dengan “kurma”. Tentunya tidak asing, ya, dengan buah yang satu ini. Memiliki bentuk oval dan terkadang silinder dengan panjang 3 – 7 cm, dan diameter 2 – 3 cm, sangat mudah dikenali dengan warna yang beragam, dari kuning emas, kuning sawo, merah cerah hingga cokelat tua tergantung pada varietasnya. Memang tidak berasal dari Indonesia, tapi, buah kurma bisa dengan mudah ditemui di toko terdekat dan di pasar tradisional, terutama bila bulan Ramadhan tiba. Biasanya buah ini disajikan dalam hidangan buka puasa, baik di masjid-masjid ataupun di rumah masyarakat.

Bukan sembarang buah biasa, buah kurma dikenal memiliki berbagai macam kandungan nutrien, vitamin, dan mineral yang memberi manfaat bagi kesehatan tubuh kita. Sebagaimana telah dinyatakan oleh Allah dalam Ar-Ra’d ayat 4, yang menyebutkan bahwa tanaman ini memiliki kelebihan yang bisa dimanfaatkan oleh manusia:

Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman dan pohon korma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebahagian tanam-tanaman itu atas sebahagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir.

Beberapa manfaat buah kurma yang telah ditemukan, adalah:

  1. Memiliki kadar gula yang tinggi

Ahli nutrisi menyatakan bahwa dalam 100g buah kurma memiliki 277 kalori, 75g karbohidrat. Dengan memakan buah kurma dengan takaran tersebut, tubuh kita yang tadinya kehilangan energi akan dengan cepat terisi kembali. Hal ini karena karbohidrat yang terdapat dalam kurma memiliki rantai pendek dan mudah larut dalam air. Karenanya lah, tubuh kita lebih cepat dalam mengerap energi yang dihasilkan dari kurma. Dengan adanya penjelasan tersebut, anjuran untuk memakan kurma saat berbuka puasa menjadi lebih masuk akal, meskipun itu bukanlah sebuah kewajiban.

  1. Membantu memperlancar buang air besar

Susah buang air besar atau konstipasi bukanlah hal yang jarang terjadi di kehidupan kita. Sibuknya aktivitas membuat kita kurang berhati-hati dalam memilih makanan, termasuk tidak memerhatikan jumlah serat-larut yang masuk dalam tubuh kita, sehingga menimbulkan konstipasi. Kurma merupakan salah satu makanan laksatif, yaitu jenis makanan yang membantu mengatasi konstipasi. Hal ini karena kurma memiliki kandungan serat-terlarut yang tinggi, yang penting dalam membantu memperlancar pergerakan makanan dalam usus dan meringankan gejala konstipasi. Untuk mendapatkan tingkat laksatif yang diinginkan, ada baiknya untuk merendam kurma dalam air semalaman, dan memakannya di pagi hari setelahnya.

  1. Menjaga kesehatan jantung

Penyakit jantung bukan lagi penyakit yang hanya dimiliki oleh orang tua saja. Mulai banyak ditemukan anak muda berusia 20an yang memiliki masalah pada jantungnya. Selain disebabkan oleh faktor hereditas, gaya hidup juga memiliki sumbang-sih yang besar dalam permasalahan ini, seperti tingginya kolesterol yang masuk dalam tubuh yang bisa meyebabkan penyakit jantung, termasuk serangan jantung. Berdasarkan hasil penelitian, kurma memiliki kandungan potassium yang tinggi yang dapat menurunkan resiko terserang penyakit jantung. Kandungan dalam buah ini juga dapat mengurangi tingkat kolesterol LDL dalam jantung. Dalam rangka menjaga kesehatan organ vital ini, disarankan untuk mengonsumsi kurma minimal dua kali dalam seminggu.

  1. Membantu kesehatan sistem syaraf

Kandungan potassium dalam kurma, selain bisa membantu untuk menurunkan resiko serangan penyakit jantung, juga bisa membantu menjaga sistem syaraf supaya selalu responsif, dan meningkatkan kecepatan dan menjaga ketajaman otak. Karena alasan ini lah, konsumsi kurma sangat dianjurkan terutama bagi yang sudah berusia lanjut untuk menjaga supaya kinerja sistem syaraf tetap seimbang.

  1. Mengurangi efek alergi

Salah satu kandungan yang dimiliki buah kurma dan sangat jarang ditemukan dalam makanan lain adalah magnesium. Zat ini  memiliki sifat anti-inflamantory yang memiliki manfaat untuk membantu penyembuhan inflamasi kronis, termasuk arthtitis dan juga reaksi alergi. Dalam sebuah penelitian di Amerika pada tahun 2002, terbukti zat tersebut memiliki dampak positif untuk mengurangi efek dari SAR (Seasonal Allergic Rhinitis) yang menjangkiti 23 juta individu.

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *