Hello , Assalamu’alaykum

Hi, Halo, Assalamu’alaykum

Kata sapaan adalah hal pertama kali kita ucapkan saat bertemu orang lain, bisa jadi tetangga kita, teman, guru atau dosen, orang tua, dan bahkan orang asing. Aneh, ya, rasanya bila hanya bertatapan mata saja ketika bertemu tanpa mengucapkan apa pun. Bahkan saat melambaikan tangan pasti kita mengucap kata sapaan tersebut. Umumya, di kalangan anak muda, kata “hi” atau ”hey”, “hello” merupakan kata yang sering digunakan. Apabila bertemu dengan orang yang lebih dihormati, seperti guru, dosen, manajer, atau pimpinan, biasanya kata “selamat pagi”, “selamat siang” yang kerap terdengar. Jadi, mana yang lebih sering teman-teman gunakan?

Memang bukan hal yang salah, sih, menggunakan kata-kata sapaan tadi, namun perlu kita ketahui bahwa sebagai umat muslim kita dianjurkan untuk mengucapkan salam assalamu’alaykum untuk menyapa satu sama lain. Bahkan sebuah hadist bahwa mengucapkan salam merupakan salah satu dari enam hak muslim pada muslim lainnya:

“Hak muslim pada muslim yang lain ada enam…1) Apabila engkau bertemu, ucapkanlah salam padanya, (2) Apabila engkau diundang, penuhilah undangannya, (3) Apabila engkau dimintai nasehat, berilah nasehat padanya, (4) Apabila dia bersin lalu dia memuji Allah (mengucapkan ’alhamdulillah’), doakanlah dia (dengan mengucapkan ’yarhamukallah’), (5) Apabila dia sakit, jenguklah dia, dan (6) Apabila dia meninggal dunia, iringilah jenazahnya (sampai ke pemakaman).” (HR. Muslim no. 2162)

Kata ‘hak’ dalam hadist tersebut diartikan sebagai hal yang tidak pantas untuk ditinggalkan, dan berlaku juga dengan mengucapkan salam ketika bertemu sesama muslim. Meskipun demikian, memulai, atau menyapa dengan salam bukanlah hal yang wajib, namun bersifat sunnah. Sementara itu, menjawab salam adalah hal yang wajib dilakukan. Tapi ternyata, Rasulullah menyatakan bahwa memulai salam merupakan hal yang lebih baik,

“Yang lebih baik dari keduanya adalah yang memulai salam.” (HR. Bukhori: 6065, Muslim: 2559)

Tahukah teman-teman bahwa menyapa sesama muslim dengan ucapan salam tidak hanya simbol menunjukkan perhatian atau kesopanan saja, namun juga memberikan doa pada mereka yang kita sapa? Dalam agama kita, mengucapkan salam sama dengan memberikan rasa hormat, pesan damai dan juga doa. Salam sendiri, assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, memiliki arti ‘semoga keselamatan, keberkahan, dan kasih sayang (rahmat) dari Allah menyertai anda/kalian.’ Indah, ya, cukup dengan mengucapkan salam saat menyapa teman pun sama saja dengan memberikan doa pada mereka, masya Allah.

Lalu bagaimana cara mengucap salam yang benar? Apakah assalamu’alaikum saja sudah cukup, atau harus lengkap? Meskipun mengucapkan assalamu’alaikum saja sudah terhitung baik, ternyata tetap ada perbedaan, semakin lengkap salam yang diucapkan semakin besar pula pahalanya. Dalam sebuah hadist dinyatakan:

Imran bin Hushain ra mengisahkan, ada seorang lelaki datang kepada Rasulullah Saw dengan mengucapkan ” Assalamualaikum” Setelah itu, beliau berkata: ” Sepuluh” (maksudnya, pahalanya 10). Kemudian ada yang datang lagi lainnya mengucapkan: “Assalamualaikum warahmatullahi”. Beliau berkata : “Dua puluh” Selang beberapa waktu kemudian, ada yang datang lagi dengan mengucapkan: “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”. Dan Rasulullah berkata: “Tiga puluh” ( HR. Daud dan Tirmidzi).

Jadi apabila pertemuannya bukan hanya berpapasan saja, ada baiknya mengucapkan salam dengan lengkap. Dan juga berpapasannya dalam waktu yang sangat singkat, ada dua pilihan salam yang bisa digunakan sebagaimana disebutkan dalam hadist tersebut. Namun, jangan terus membuat-buat salam yang sudah cukup pendek itu menjadi lebih pendek lagi, misal dengan samekum, atau askum. Mengapa? Karena salam, kan, merupakan sebuah doa, yang harusnya diucapkan secara utuh, jika disingkat bisa mengubah artinya. Yang tadinya merupakan doa bisa menjadi sapaan tanpa makna saja.

Ada satu hal yang menarik lagi, nih, teman-teman, mengenai salam. Ternyata mengucapkan salam saat menyapa sesama muslim bisa menimbulkan kesatuan hati dan rasa cinta. Rasulullah s.a.w bersabda:

“Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman. Kalian tidak akan beriman sampai kalian saling mencintai. Maukah aku tunjukkan pada kalian suatu amalan yang jika kalian melakukannya kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim no. 54)

Kita tentu menyayangi teman-teman kita, menghormati guru kita, orang tua, dan saudara sesama muslim, kan? Jika demikian, mari mulai saling menyapa dengan mengucapkan salam. Menyapa sembari menebar pesan damai dan juga doa, serta supaya mempererat ikatan kita sebagai sesama umat Islam

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *