Countdown to Ramadhan: Bulan Ramadhan, Bulan yang Istimewa

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang selalu dinanti-nantikan kedatangannya oleh setiap umat Islam, termasuk oleh kaum muslim di Indonesia. Hawa kedatangannya mulai terasa ketika televisi mulai sering menayangkan iklan berbagai macam sirup, sarung, serta obat ma’ag dengan puasa sebagai latar belakangnya. Selain itu pengajian-pengajian pun juga mulai membahas mengenai ibadah puasa atau kedatangan bulan Ramadhan ini sendiri. Pernahkah teman-teman bertanya-tanya mengapa bulan yang satu ini selalu disambut dengan penuh kegembiraan dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya?

Bulan Ramadhan ternyata merupakan sebuah bulan dimana terdapat berbagai keistimewaan dan keutamaan. Bahkan dalam surah Al-Baqarah, Allah menyebutkan dua dari berbagai keistimewaan tersebut, yaitu bulan dimana Al-Qur’an diturunkan dan juga merupakan waktu diwajibkannya puasa. Lalu apa keistimewaan dan keutamaan lainnya? Berikut beberapa diantaranya:

  1. Dibukanya pintu surga dan ditutupnya pintu neraka

Dalam sebuah hadist nabi disebutkan,

“Apabila telah masuk bulan Ramadhan, terbukalah pintu-pintu surga dan tertutuplah pintu-pintu neraka dan setan-setan pun terbelenggu.” (HR. Bukhari Muslim)

Selaras dengan hadist tersebut, terdapat pula hadist lain yang menyatakan,

“Apabila datang awal malam dari bulan Ramadhan, syaitan-syaitan dan jin-jin yang sangat jahat dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup tidak ada satu pintu pun yang terbuka, sedangkan pintu-pintu surga dibuka tidak ada satu pintu pun yang ditutup.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Saat pintu surga dibuka, maka saat itulah muncul sebuah kesempatan besar untuk memperbanyak amalan-amalan baik guna menambah bobot pahala kita. Banyak sekali amalan yang bisa dilakukan di bulan tersebut, mulai dari melaksanakan puasa, shalat tarawih, membaca Al-Qur’an, bersedekah, termasuk memberi makanan untuk berbuka bagi saudara sesama umat muslim yang tengah melaksanakan puasa. Dan dengan ditutupnya pintu neraka serta dibelenggunya syaitan membuat berkurangnya godaan bagi kita, manusia, untuk berbuat maksiat atau melakukan penyimpangan. Bukan berarti saat bulan Ramadhan tidak ada tindakan penyimpangan sama sekali, tentunya ada, namun jumlahnya lebih sedikit dibandingkan dengan bulan lainnya. Contoh mudahnya adalah pemerintah daerah yang biasanya melakukan operasi dan penutupan klub-klub malam. Dengan berkurangnya godaan ini, maka umat muslim akan lebih mudah untuk berkonsentrasi dalam melakukan ibadah dan amal kebaikan saja.

  1. Bulan penuh ampunan

Rasulullah menyatakan dalam sebuah hadist,

“Barangsiapa yang berpuasa karena iman dan ingin mendapatkan pahala, maka diampuni semua dosanya yang telah lewat.” (al-Bukhâri dan Muslim)

Sepertinya dari sini lah kemudian muncul budaya “kita nol-nol, ya” saat Idul Fitri tiba. Karena berpuasa pada saat Ramadhan merupakan media penghapusan dosa yang telah kita lakukan sebelumya. Namun tentunya puasa yang dijalankan harus yang benar-benar dilandasi iman dan atas dasar keinginan mendapatkan pahala dari Allah, bukan asal tidak makan dan minum saja.

Tidak hanya cukup dengan berpuasa, Rasul juga memerintahkan kita untuk menyertainya dengan melakukan sholat malam. Bukan karena ingin bertemu teman-teman di masjid, atau sekadar melakukan ritual yang menjadi kebiasaan di bulan ini, ya. Namun yang benar-benar dilandasi oleh iman dan harapan mendapat pahala. Karena dalam hadist lain Rasulullah bersabda,

“Sesungguhnya Allah mewajibkan puasa Ramadhan dan saya menyunnahkan bagi kalian salat malamnya. Maka barangsiapa melaksanakan ibadah puasa dan salat malamnya karena iman dan karena ingin mendapatkan pahala, niscaya dia keluar dari dosa-dosanya sebagaimana saat dia dilahirkan oleh ibundanya,”

(H.R. Imam an-Nasî’i 4/158 dan Imam Ahmad 1/191).

  1. Pahala yang dilipatgandakan

Rasulullah bersabda,

“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat.” (HR. Bukhari no. 1904, 5927 dan Muslim no. 1151)

Dalam bulan yang penuh berkah ini Allah menawarkan untuk melipatgandakan pahala bagi kita yang melakukan amalan kebaikan. Dan baik kita sadari atau tidak, banyak sekali kesempatan bagi kita untuk melakukan berbagai amalan di bulan ini, bahkan terdapat beberapa hal yang hanya kita lakukan di bulan puasa saja, misalnya sholat Tarawih dan memberi makanan untuk berbuka puasa. Jika dibandingkan dengan pasar, bulan Ramdhan bisa disebut dengan pasar yang penuh diskon dan promosi buy one get ten, mengingat betapa besarnya pahala yang disediakan Allah bagi kita di bulan ini. Bahkan dalam sebuah hadist, Rasulullah menyebutkan

Seandainya manusia mengetahui besarnya pahala yang tersedia di bulan Ramadhan, niscaya dia berharap bulan Ramadhan itu sepanjang tahun.” (HR. Ath-Thabrani, Ibnu Khuzaimah, dan Al-Baihaqi dari Abu Mas’ud al-Ghifari).

  1. Bulan diturunkannya Al-Qur’an

Kitab suci kita, Al-Qur’an mulai diturunkan pada bulan Ramadhan, yang saat ini kita sebut sebagai Nuzulul Qur’an. Tentunya saat tersebut merupakan hal yang spesial, mengingat Allah memilih untuk menurunkannya di bulan Ramadhan dan bukan bulan lainnya.

“Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan ) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda ( antara yang hak dan yang bathil )“ ( Al Baqarah : 185 )

Setiap datang tanggal 17 Ramadhan pasti kebanyakan pengajian, baik di waktu sore menjelang buka puasa, setelah tarawih ataupun selepas subuh membahas hal yang sama, dan mungkin teman-teman sudah hafal di luar kepala mengenai isinya? Janganlah merasa bosan, merupakan hal yang baik untuk selalu mengingatkan kembali mengenai turunnya kitab yang menjadi pedoman hidup kita ini. Supaya kita semakin menyadari pentingnya Al-Qur’an di kehidupan kita.

  1. Diperintahkan untuk berpuasa

Dalam surah yang sama, Allah berfirman,

” Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu” (QS. Al-Baqarah : 185)

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah: 183)

Puasa di bulan Ramadhan sendiri merupakan sebuah kewajiban dan juga disebutkan sebagai salah satu dari rukun Islam. Sesuai dengan hadist Rasulullah, puasa merupakan amalan yang dilakukan untuk Allah dengan meninggalkan syahwat dan makanan. Karenanya lah, dinyatakan bahwa orang yang berpuasa di bulan ini akan mendapatkan dua kebahagiaan, yaitu kebahagiaan saat berbuka puasa dan kebahagiaan saat nanti bertemu dengan sang Rabb.

  1. Terdapat malam Lailatul Qadar

Dikenal sebagai malam yang lebih baik dari 1000 bulan yang lain. Malam tersebut diyakini memiliki banyak kemuliaan dan barakah. Karenanya dianjurkan bagi kita untuk menghidupkan mala mini dengan melakukan berbagai amalan baik.

Lalu, kapan kah malam Lailatul Qadar ini? Menurut sabda Rasulullah, malam ini tiba pada salah satu malam di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan,

“Carilah lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.”

(HR. Bukhari no. 2017).

Carilah lailatul qadar di sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan pada sembilan, tujuh, dan lima malam yang tersisa.” (HR. Bukhari no. 2021)

Apa yang kiranya bisa kita lakukan untuk menghidupkan malam tersebut dan mendapatkan kemuliaannya? ‘Aisyah menyatakan bahwa Rasulullah beribadah dengan bersungguh-sungguh pada kesepuluh hari tersebut dibandingkan dengan hari-hari lain. Dan Rasulullah juga mencontohkan untuk melakukan i’tikaf, berdiam diri di masjid untuk melakukan amalan-amalan tertentu dengan niat karena Allah, pada hari-hari tersebut. Sebagaimana dinyatakan oleh ‘Aisyah,

“Bahwa Nabi saw melakukan i’tikaf pada hari kesepuluh terakhir dari bulan Ramadhan, (beliau melakukannya) sejak datang di Madinah sampai beliau wafat, kemudian istri-istri beliau melakukan i’tikaf setelah beliau wafat”.

(HR. Muslim)

Itu lah beberapa keistimewaan yang ada dalam bulan Ramadhan. Bulan Sya’ban akan berakhir beberapa hari lagi, karenanya mari kita persiapkan diri untuk menyambut bulan yang istimewa tersebut, supaya nantinya bisa beribadah secara maksimal. Barakallah~~

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *